Ilmuwan, Menjual Kebenaran Ilmiah ?
Seperti diberitakan beberapa media nasional di bulan Januari 2005 yang lalu, bahwa dari tahun 1997-2002, anak perusahaan Monsanto di Indonesia telah membuat sedikitnya 700.000 dollar AS pembayaran gelap untuk setidaknya 140 arus uang dan untuk sejumlah pejabat Pemerintah Indonesia serta keluarganya. Tak tertutup kemungkinan, yang menerima suap tersebut adalah para peneliti di beberapa universitas dan lembaga penelitian terkait. Menjadi sebuah pertanyaan yang perlu dijawab, mengapa para peneliti di Indonesia mudah menerima suap? Menurut Maslow, dalam 5 hirarki kebutuhan manusia, kebutuhan perut (ekonomi) adalah kebutuhan dasar manusia. Demikian pula di dunia ilmiah, kebenaran ilmiah adalah kebutuhan dasar riset. Idealnya, cendekiawan harus dibebaskan dari memikirkan kebutuhan-kebutuhan primer manusia, agar mereka dapat memikirkan hal-hal baru yang inovatif dalam penelitian dan pengembangan risetnya. Bila masih dibebani dengan pemenuhan kebutuhan primer, maka sulit untuk memaksimalkan pe...